Di Sini Rupanya Terletak Al Quran Bersaiz Gergasi. Lelaki Ini Cuba Untuk Membuka Muka Surat Pertama Perlu Sepenuh Tenaga. Subhanallah!

Banyuwangi mulai menyiapkan diri sebagai kota tujuan wisata. Beragam hal unik bisa dijumpai di sana. Salah satunya ada Mushaf Al Quran Raksasa di Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi. Wow!

Mushab Al Quran tersebut dibuat oleh Ustadz Drs. H. Abdul Karim, dari YAPIP Bustanul Ma’mur Genteng, sejak 1 Januari 2010 dan selesai pada akhir Ramadhan 1431 Hijriah/ 2010 Masehi yang lalu.

Mushaf Al Quran raksasa ini, memakai kertas khusus yang didatangkan dari Jepun. Begitu pula untuk tetap menjaga kesucian mushab Al Qur’an karya tulisan tangan ini telah dibuatkan kotak khusus yang terbuat dari kayu jati.

Mushaf Al Quran tulisan tangan Abdul Karim itu mengkolaborasikan Mushaf Al Quran gaya Timur Tengah dengan gaya Indonesia yang dilengkapi pula dengan tanda kharokat. Ini dimaksudkan untuk memudahkan membaca bagi seluruh kaum mukmin di Indonesia.

Oleh beberapa ulama di Banyuwangi, Mushaf Al Quran karya Abdul Karim itu disebut Quran karena setiap akhir surat atau ayat persis berada di hujung sudut pada halaman Al Quran. Mushaf Al Quran raksasa tersebut diwakafkan kepada Masjid Agung Baiturrahman, masjid agung tertua yang menjadi pusat kegiatan Agama Islam di Kota Banyuwangi.

Masjid Agung Baiturrahman

Masjid Agung Baiturrahman sendiri mulai dibangun sejak 7 Desember 1773. Hal ini didasarkan pada surat wakaf dari keluarga besar Mas Alit atau Raden Tumenggung Wiraguna I, Bupati pertama Banyuwangi untuk umat Islam Banyuwangi.

Semula masjid tertua dan monumental ini bernama Masjid Jami’ Banyuwangi, sebuah tempat shalat yang sangat sederhana yang hanya dibatasi oleh kayu seadanya. Kemudian pada tahun 1844 oleh Bupati Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat mulai dibangun dengan bangunan gedung permanen.

Setelah masa kemerdekaan, Masjid Jami Banyuwangi direnovasi kembali dan berganti menjadi Masjid Agung Baiturrahman. Pemugaran Masjid Jami’ ini selesai dalam kurun waktu 2 tahun yang dimulai tanggal 28 Maret 1969 sampai tanggal 8 Maret 1971.

Pada tahun 1986, Masjid Agung Baiturrahman direnovasi bentuk atapnya, yang semula berbentuk kubah dibongkar menjadi bentuk joglo. Kemudian selesai dan diresmikan pada tanggal 7 Maret 1990.

Kemudian pada tanggal 9 September 2005, Masjid Agung Baiturrahman kembali direnovasi dan dibangun pula sebuah gedung Aula Baiturrahman yang cukup megah, yang berfungsi sebagai ruang shalat di waktu-waktu tertentu, pendidikan keagamaan, kegiatan administrasi takmir, dan lain-lain. Kubah joglo diubah kembali menjadi kubah geser yang modern.

Masjid Agung Baiturrahman dan Al Quran raksasa karya tulisan tangan Abdul Karim saat ini menjadi ikon wisata religi Islam di Banyuwangi saat ini, dan membuat banyak orang datang untuk melihat, berfoto dan kemudian beribadah.

Saat event detikTravel Explore Indonesia: Tour Banyuwangi tanggal 20-22 Juni 2014 yang lalu, peserta pria yang beragama Islam pun berkesempatan shalat Jumat di masjid ini dan menyaksikan secara langsung Al Quran raksasa ini. Mushaf yang dikenal sebagai Al Quran Pojok oleh jamaah masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi ini patut Anda kunjungi, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

SUMBER : Travel Detik

By: KLV

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*